Persepsi

Mari kita coba menawarkan sebuah handphone buatan tahun 1973 untuk dijual. Kira-kira berapa harganya?  Satu juta rupiah? Mungkin sejumlah orang akan menilainya kemahalan. Mereka akan berkata: “Untuk apa handphone yang sudah usang?”

Namun, seandainya Anda menyampaikan bahwa handphone ini adalah buatan Motorola pada tahun 1973. Ini adalah handphone pertama di dunia. Handphone ini merupakan cikal-bakal handphone modern, serta sekarang hanya ada beberapa buah saja yang masih tersisa di dunia dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik. Apakah ada orang tertarik membelinya? Seroang kolektor akan memburunya. Para kolektor mengerti nilai handphone ini.

Gejala ini ada hubungannya dengan persepsi seseorang tentang nilai sebuah handphone. Gejala ini disebut juga the fallacy of demand and supply. Contoh berikut ini dapat memperjelas kenyataan ini. Dalam buku Tom Sawyer karya Maark Twain, ketika Tom Sawyer disuruh mengecat pagar, dia tidak senang. Namun dia berhasil memanipulasi anak-anak lain bahwa mengecat pagar itu menyenangkan, sehingga semua anak-anak lain berusaha untuk mendapatkan kesempatan mengecat pagar. Jadi Tom Sawyer telah menemukan bahwa supaya orang-orang mau membantu, dia membuat pekerjaan itu menjadi menyenangkan dan tidak semua orang memperoleh kesempatan istimewa untuk dapat melakukannya.

 

Hal yang sama terjadi ketika mutiara hitam pertama kali dibawa untuk dijual di Eropa oleh Jean-Claude Brouillet dan Salvador As­sael yang terkenal sebagai “Raja Mutiara” (“pearl king“) karena dia adalah pedagang mutiara terbesar di dunia. Mutiara hitam dari Tahiti yang dihasilkan oleh kerang Finctada margaritifera ini tidak laku dijual. Setahun kemudian Assael mengajak Harry Win­ston, pedagang perhiasan legendaris di New York yang memamerkannya di tokonya di Fifth Avenue, dengan harga yang amat sangat tinggi. Mutiara hitam ini laku keras.

Itulah pentingnya persepsi dalam berpikir. Bahkan, Dr. David Perkins dari Harvard University menyebutkan bahwa 90% kesalahan berpikir adalah kesalahan persepsi dan bukan kesalahan logika.

Advertisements