Otak manusia bekerja mirip dengan otot dalam hal makin banyak dilatih, makin “berkembanglah” bagian otak tersebut. Jika seseorang sering berlatih mengingat, maka orang ini akan makin mampu mengingat dan bagian otak yang berfungsi untuk mengingat -antara lain hippocampus – akan makin berkembang. Pengertian berkembang ini bukan artinya makin besar saja, melainkan makin banyaknya “jaringan” otak yang tersambung. Seperti kita ketahui, otak kita terdiri dari 100 miliar neuron atau sel otak. Tiap sel khusus ini memiliki sejumlah “synaps” yang menghubungkan satu neuron ke neuron lainnya.

Mari kita lihat contoh pentingnya berlatih berpikir. Seorang wanita ditemukan di hutan Kamboja setelah menghilang 19 tahun.  Wanita ini bernama Rochom Pngieng. Dia hilang ketika berumur 8 tahun. Ketika ditemukan, dia dalam keadaan telanjang dan amat sangat kurus. Orang-orang menggambarkannya sebagai setengah manusia dan setengah binatang ketika ditemukan. Masyarakat sulit berkomunikasi dengan dia, dan dia juga tidak bisa hidup seperti manusia normal. Kalau lapar dia hanya memukul-mukul perutnya. Jika dia tidak tidur, dia hanya melihat ke kiri dan ke kanan, ke kiri dan ke kanan. Tidak heran, dia tidak betah tinggal di kampung orang tuanya dan menghilang lagi.

Mengapa dia sulit berkomunikasi dan hidup seperti manusia lainnya? Karena dia tidak terlatih untuk demikian. Dia tidak terlatih untuk berbicara. Bagian otaknya yang berfungsi untuk berbicara atau berkomunikasi tidak berkembang. Synaps dan neuron di bagian itu tidak berkembang. 1) 2)

Rochom372Chanthy, “yang diperkirakan” saudara perempuan Rochom P’ngieng sedang berusaha menyuapkan makanan kepadanya.3)

Sebaliknya penelitian dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging– Pencitraan resonansi magnetik pada otak sopir taxi di London membuktikan bahwa bagian otak yang berfungsi untuk navigasi (posterior hippocampi) milik para sopir yang harus mengingat arah dan jalan itu jauh lebih besar daripada mereka yang tidak harus melakukan navigasi sehari-hari. Penelitian ini juga membuktikan, semakin banyak seseorang melakukan navigasi (mencari arah, ruang dan jalan), semakin besar pula bagian otak itu. 4)

Jadi, semakin kita sering berlatih bagian-bagian otak, makin besar pula bagian otak yang kita latih. Contoh, jika kita makin berlatih berpikir merancang (design) makin bagus pula bagian-bagian otak yang berfungsi untuk berpikir merancang. Demikian pula jika kita berlatih berbahasa, kemampuan berbahasa kita akan makin baik pula. Silakan berlatih: berpikir logis, berpikir kreatif, berpikir inovatif, berpikir terobosan (breakthrough), berpikir sistem, berpikir fokus, berpikir vertikal, berpikir lateral, berpikir dengan 6 topi (Six Thinking Hats), dan sebagainya termasuk silakan juga berlatih berkhayal (imagining). Tokoh abad 21, Albert Einstein (1879 – 1955) mengatakan: The true sign of intelligence is not knowledge but imagination (terjemahan bebasnya: tanda sejati bahwa seseorang cerdas, bukanlah pengetahuannya, melainkan khayalannya).

Selamat berlatih.

  1. http://www.theguardian.com/world/2007/jan/19/cambodia
  2. http://www.theguardian.com/world/2010/may/28/cambodian-jungle-woman-returns-forest
  3. Photograph: Tang Chhin Sothy, http://www.theguardian.com/world/2007/jan/23/jonathanwatts.features11
  4. Maguire, Eleanor A., et al. “Navigation-related structural change in the hippocampi of taxi drivers.” Proceedings of the National Academy of Sciences97.8 (2000): 4398-4403. downloaded from http://www.pnas.org/content/97/8/4398.full
Advertisements